Minggu, 20 November 2011

PASSION…HMM…

Kemaren saya berkunjung ke blog salah seorang teman saya. Saya membaca tulisan-tulisannya. Dan di tengah-tengah saya membaca, saya berhenti tiba-tiba pada suatu kata yang membuat saya berpikir. Kata itu adalah PASSION. Ya teman saya menulis dengan jelas “Karena itulah Passion saya”. Sebenarnya, jauh sebelum ini saya juga pernah membaca tulisan teman saya yang lain di blognya dengan semangat yang serupa. Sedikit membuat saya tertarik dengan “PASSION” itu sendiri. Di blog teman saya, dia bercerita tentang petuah dari profesornya. Profesornya pernah bilang orang yang paling kasihan adalah mereka yang biasa saja. Yang sama dengan orang kebanyakan. Yang tidak bisa dibedakan dari yang lain. Bahasa sederhananya, yang standar-standar saja lah. Kata profesornya sambil berkelakar, mending menjadi mahasiswa yang buodoh sekalian daripada menjadi yang di tengah-tengah. at least mereka yang begitu jadi dikenal gara-gara kebodohannya yang kebangeten. (just kidding). Poin yang dapat diambil ketika itu, sebenarnya adalah jadilah terang. Jadilah seseorang yang berbeda dengan yang lain. Lantas, Bagaimana caranya untuk menjadi berbeda?

Teman saya menuliskan: “Pertama, kenali dirimu. Kalau sudah kenal, di suatu persimpangan pasti kamu akan bertemu dengan ‘passion’ kamu. Juga kalau sudah kenal, pasti akan tahu di titik mana sih sebenarnya kamu ‘berbakat’ lebih dibanding dengan yang lain. Setelah itu, pilihlah tempat berproses untuk mengembangkan diri kamu, sekaligus untuk mendewasakan hidup. Kamu suka memasak dan banyak orang bilang masakanmu enak, tekuni hal itu. Kamu suka menulis, dan banyak yang memuji buah karyamu, maka rajin-rajinlah kamu mengasahnya. Kamu merasa puas saat bisa berkontribusi untuk negaramu, mulailah bergabung dengan organisasi sosial berbasis youth empowerment atau social development yang bisa memenuhi kebutuhanmu. Kamu ingin menjadi pengusaha dan merasa memiliki jiwa usaha, mulailah belajar menjadi pengusaha dan memperluas network. Kamu suka musik, dan mudah mengaplikasikan nada-nada yang kamu dengar melalui alat musik, semakin berlatihlah kamu di bidang itu. Kamu suka fotografi, mulailah belajar foto dan disain juga perluas network kamu. Kamu suka belajar dan ingin menjadi profesor, maka kamu harus lima kali lebih tekun membaca buku yang akan mendukungmu daripada orang-orang di sekitarmu”.

Ya. Begitulah “PASSION”. Kamu lebih bisa dimana, tekunilah itu.

Saya sebenarnya iri dengan mereka, teman-teman saya. Sampai sekarang saya masih belum tahu “passion” saya dimana. Saya terlalu bermasalah dengan diri saya sendiri. Saya dikalahkah oleh ketakutan akut dalam diri saya.

Saya iri dengan mereka yang sudah tahu dimana “passion” mereka. Hingga mereka pun punya mimpi yang tinggi. Mereka punya tujuan hidup yang jelas.

Saya juga pernah membaca tulisan yang saya dijumpai di blog secara tidak sengaja. Tulisan yang membahas tentang mimpi atau impian. Disana ditulis, kalau orang yang sudah punya tujuan, punya mimpi tapi masih malas-malasan itu namanya orang payah. Saya jadi mikir. Terus saya apa? Saya pun membuat kata-kata sendiri. Kalau mereka yang sudah punya tujuan, punya mimpi tapi masih malas-malasan itu namanya orang payah…berarti lebih payah lagi yang tidak punya mimpi dan tujuan hidup yang tidak jelas dan masih malas-malasan.

(I’m so depression…GOD help me…T.T).

Senin, 14 November 2011

22:24

♥ SeGa ♥ : I really like this Drama

KYAAA~ SeGa a.k.a Secret Garden. I really like this drama very much. Saya tidak tahu bagaimana tepatnya saya bisa nonton drama ini. Karena saya bukanlah penggila drama korea. Hanya terkadang saya suka menontonnya di televisi kalau saya ada waktu dan drama korea itu memanglah bagus. Hehe. Jujur saya menonton drama ini pada pemutaran untuk kali keduanya di televisi. Karena pemutaran pertama kalinya di televisi ditayangkan waktu siang hari dan saya tidak bisa menontonnya karena kuliah. Kalau yang kedua diputar waktu sore hari. Itu saja saya tidak menontonnya dari episode awal. Ya, karena saya memang tidak tahu. Dan saya sebenarnya jarang menonton televisi karena acaranya yang kebanyakan membosankan. Mungkin gara-gara kakak saya menontonnya lagi saya jadi ikutan nonton. Lagi? Ya karena kakak saya sudah pernah nonton pada pemutaran pertama kalinya yang waktu siang. Haha. Drama ini kocak deh…buktinya saya sama kakak saya nonton sampe ketawa-ketawa dibeberapa adegan. Waktu jiwanya ketukar. Haha. Dan harus ngejalanin kehidupan dengan badan orang lain. Jadi orang lain. Saya jadi ngikutin drama ini. Dan saya pun menonton yang episode-episode awal dari hasil mendownload filmnya di Internet. Sebenarnya yang download sih orang lain. Saya tinggal copas dan bayar untuk biaya pemakaian komputernya. Haha.

Saya suka drama ini murni karena tertarik dengan ceritanya. Lucu dan beda. Hehe. Dan, apa kalian tahu? Setelah nonton beberapa episode sebenarnya saya tidak tahu siapa aktris dan aktornya, yang memerankan karakter yang sangat apik itu. Biasanya kan nonton drama korea karena yang maen cakep atau karena mengidolakannya. Kalau saya beda. Saya tidak begitu. Saya masih ingat waktu itu malam hari waktu saya nge-net di warung internet, saya iseng mencari tahu informasi tentang drama korea ini. Ternyata yang jadi Kim Joo Won itu Hyun Bin. Dan waktu saya klik link yang mengarahkan informasi mengenai Hyun Bin sendiri. Wew…Betapa kagetnya saya! Ternyata dia yang maen di drama korea My Lovely Kim Sam Soon yang beberapa hari belakangan waktu itu saya tonton ulang lewat laptop. “Lha, kok beda banget? Sampai nggak ngenalin saya kalau yang maen di My Lovely Kim Sam Soon dan Secret Garden itu orang yang sama. Mana hair style nya Hyun Bin beda banget lagi di kedua drama itu. Dan di Secret Garden dia kurus banget. Lebih Good Looking di My Lovely Kim Sam Soon malah menurut saya”.

Secret Garden is different, I think. Yap! jujur saya tidak pernah berpikir kalau senam lantai, dalam drama ini sit up menjadi begitu romantis. Haha. Belum pernah saya melihat film yang ada adegan seperti itu. Terus yang tentang bagaimana perspektif Kim Joo Won tentang Little Mermaid (putri duyung) dan juga cerita putri-putri yang lain (Putri Tidur, Putri Salju dll.) yang saya akui berbeda dengan perspektif saya. Saya pernah hendak membuat cerita dimana saya berpikiran kalau tokoh perempuannya ingin seperti putri-putri dalam dongeng yang selalu bahagia. Dan ada seorang laki-laki yang ingin menjadi pangeran untuk mewujudkan keinginan tokoh perempuan. Kalau di Secret Garden malah lebih memilih menjadi Little Mermaid (Putri Duyung). Adegan lain yang saya suka adalah pada episode kedua dimana Kim Joo Won jadi selalu memikirkan Gil Ra Im bahkan mungkin sampai membuat dia merasa gila. Adegan dimana sebenarnya Kim Joo Won lagi sendirian tapi karena selalu memikirkan Gil Ra Im, sosoknya seolah ada di dekatnya dia. Entah dia waktu lagi berjalan di taman maupun membaca buku. Saya rasa dalam kehidupan nyata jelas-jelas yang seperti ini sangat mengganggu. Tapi, seorang motivator bilang kalau tidak seperti itu bukanlah cinta namanya. Cinta memanglah seperti itu. Haha. Adegan yang sewaktu selese mendaftarkan pernikahan pun lucu dan ngena deh. Mungkin terlihat biasa tapi menurut saya semua perempuan kalau senang pun ingin sedikit berteriak seperti ~KYAAA~. Dan kelihatan cute dan anak laki-laki pun sudah memahami ini. Haha.

Selain ceritanya, saya juga sama Soundtracknya. Lagu That Man yang dibawakan sama Hyun Bin sendiri maupun yang versi ceweknya That Girl yang dibawain oleh Baek Ji Young. Ngena banget deh!

Selain itu dialog-dialognya juga ngena banget!! Pokonya nonton drama korea ini emosi saya ikut terpancing. Hehe. Jadi terbawa gitu deh….

:p

nih screenshoot scene yang saya suka...

Kamis, 10 November 2011

09:06

Selasa, 08 November 2011

Sadis? EGP! Biarlah…

Kemaren-kemaren ada temen gue yang nyatain perasaannya ke gue. Sempet-sempetnya waktu UTS. Waktu sibuk belajar malah mikirin perasaan. Mikirin cinta-cintaan. Hedheh!!! Dia nyatainnya lewat SMS. Mana hape gue kan jadul eh dia malah ngirim SMS nya panjang bener jadi masuk ke INBOX gue bertahap deh thu SMS. Dibagi jadi tiga. Tapi, gue malahan langsung balas aja sewaktu SMS nya yg tahap pertama selese gue baca. Haha. Siapa yang tau kalau SMS nya ternyata panjang. Gue bilang gue nggak nyaman sama dia yang aneh kayak gitu. Nggak ada apa-apa malah tiba-tiba nyatain cinta. Pokoknya gue tetep seperti biasanya gue ke dia. Eh, dia malah langsung membodoh-bodohkan dirinya sendiri. Gue kira sih dia ke-GR-an. Dia salah baca sama sikap gue ke dia. Emangnya gue ke elo kayak gimana? Biasa aja kalii.. mikirin, merhatiin elo aja gue nggak pernah. Uhya, sebelum nyatain cinta dia bilang kalau kangen sama gue. Busyettt… hah! Aneh. Gue sekarang sama dia tuh nggak sekelas. Udah dua semester nggak sekelas. Jadi jarang bareng-bareng dan SMS juga gitu. Jarang. Biasa nggak ketemu kok bisa-bisanya bilang kangen. Selain itu gue nggak sukanya tuh apa semua cowok yang lagi cari pacar tuh emang ngedeketin semua cewek dan cewek-cewek yang dideketin juga beda-beda karakternya? Soalnya yang gue dia tuh lagi ngedeketin temen gue yang sekelas sama dia. Udah pernah nyatain cinta juga. Tapi, tanggapan temen gue malah dikiranya dia cuma bercanda. Haha. Malangnya nasibmu Nak!!! :D Nah, gue ngerasa dia nggak ngedeketin gue cuma beberapa hari belakangan aja dia ngerasa aneh sama sikap gue ke dia. Padahal kenyataannya sikap dia yang berubah aneh ke gue. Gue certain masalah ini ke temen akrab gue. Dia bilang ada yang nggak beres. Dia bilang gue mungkin cuma dijadikan bahan tarohan. cuma buat dipermaenkan. Astagfirullahaladzim… Apa salah gue? Perasaan gue udah selalu berusaha buat baek ke semua orang tapi, ternyata mereka mengecewakan gue. Gue cuma dijadikan permaenan mereka. Gue capek!!!. Jujur gue juga sebenernya nggak suka sama sikap berlebihan temen gue yang nyatain perasaannya ke gue itu. Masak pegang-pegang rambut gue. Dia mungkin mau menunjukkan perhatiaannya tuh dengan sikap. Dengan aksi. Dan itu gue nggak suka. Menurut gue nggak pantes tuh!!!

Tau kalau gue bakalan dijadiin permaenan doing, gue SMS temen gue. Gue minta bantuan. Gue minta bantuan buat ngingetin gue kalau misalkan gue bertemen sama orang yang salah.

Well, jadi gitulah…gue tolak dia. Lagian gue juga emang nggak ada rasa. Dan kalaupun kata-kata gue terdengar sadis di telinganya dia. Gue nggak peduli. Gue cuma pengen ngebuat diri gue sendiri nyaman. Emang sekarang temen-temen gue banyak yang jadian sama temennya sendiri. Tapi, gue nggak mau ngikutin arus. Gue harus tetap punya pendirian. Kalau nggak yakin buat dijalani kenapa harus dijalanin.

Selasa, 08 November 2011

06:48

Part Time, Failed!!

Beberapa waktu yang lalu gue sempet nyoba buat kerja sambilan. Jadi guru les-lesan anak SD dan SMP. Tapi, cuma bertahan sampai beberapa hari aja. Habis gue kepikiran mulu sih. Takut salah dan nggak bisa ngajar dengan baik. Mana mereka kan anak orang. haha. Selain itu rasanya waktu belajar gue jadi berkurang dan kalau habis ngajar sampai malem pulang-pulang langsung capek. Mau belajar ya rasanya kok nggak bakalan masuk ya… Sebenarnya gue malu sama teme-temen gue, sama kakak gue, sama ibu gue dan sepupu gue. Gue dan mereka seneng ngelihat gue ada perkembangan di luar rumah. Berani bersosialisasi sama orang lain. Tapi, ya gitulah gue kan orangnya khawatiran dan pikiran. Sulit beradaptasi juga. Jadi ya maaf banget ya buat semuanya…buat yang punya les-lesan juga..maaf saya mengecewakan. Salut buat temen-temen gue yang bisa bagi waktu antara kuliah dan kerja…SALUT DAH!!

Selanjutnya, gue pengen belajar dulu yang bener meski gue juga masih bingung besok mau kerja apa. Yang jelas sebenernya gue ada planning tuh mau buat web. And kakak gue juga udah nagih-nagih mulu. Ngingetin gue. Well…semoga web buatan gue sendiri cepet kelar dah….Insya Allah bisa. Bismillah…=)

Selasa, 08 November 2011

06:25

Lha…itu kan kalkulator!

Haha. Ada cerita lucu nih pas UTS kemaren. Gue lupa pas ujian makul apa. Kayaknya sih teknik kompresi. Nah, testnya kan ada hitung-hitungan jadi diperbolehkan pake kalkulator. Terus, temen gue yang duduknya di depan, kelihatan sama pengawas ujian lagi maen hape. “Lho kok maen hape?”tanya si pengawas. “Kalkulator kok Bu”, jawab temen gue. “Lha, itu kan kalkulator!!” ucap pengawas ujian seketika. Temen gue agak bengong dan senyum-senyum kecil. Hehe. Dan temen-temen yang ada di kelas ketawa. Hahaha. “Kalau ujian nggak boleh bawa hape” jelas pengawas ujian.

Hmm…kalau dipikir bener kata pengawas ujian itu. Ujian nggak boleh bawa hape. Lha, buat apa coba bawa hape? Sempet-sempetnya buka hape waktu lagi ujian. Kecuali emang udah bisa ditebak hape itu buat media menyontek. Sewaktu ujian SMS temennya minta jawaban. Atau jawabannya emang sudah disiapin di hape dari rumah. Materi yang diujikan sengaja diketik atau difoto dari rumah. Gue sendiri nggak paham aturan ujian di universitas gue. Boleh pake hape apa nggak.

Heiii…Gila… Beginikah generasi harapan bangsa? Okehlah, kita nggak perlu ngomong sampai segitu jauh. Sebenarnya buat apa sih nyontek? Bukankah itu jadinya bukan hasil jerih payah kita mikir? Buat apa nilai bagus kalau dari hasil kayak gitu? mana terus-terusan lagi. Pasti berani menyontek karena dari jaman sekolah dulu terbiasa menyontek. Soalnya ada temen gue yang takut nyontek karena dulunya dia nggak terbiasa nyontek. Jujur, gue sendiri emang ada rasa takut kalau nilai gue ancur. Tapi, kalau emang gue nya emang yang nggak bisa. Mau gimana lagi. Gue lebih mikir juga ke pertangungjawaban dari nilai itu. Misalnya nilai kita bagus-bagus. Tapi, tenyata kita ditanya nggak bisa jawab. Nggak bisa apa-apa. Malu juga kan?

Gue nulis gini bukan karena gue iri karena mungkin nilai mereka yang menyontek lebih bagus dibanding gue yang ngerjaen sendiri, nggak nyontek. Atau bukan karena gue nggak bisa nyontek karena gue duduk di depan. Sebelumnya gue duduk di tengah dan gue juga agak nggak tertarik nyontek. Malahan gue bingung temen yang duduk di sebelah kanan gue manggil-manggil gue. Mau tanya. Tanya jawaban maksudnya. Hehe. Yang sebelah kiri gue juga. Hedheh!! Jadi bingung kan…. Haha.

Okelah jadi gitulah cerita UTS di Semester 5 ini….

Selasa, 08 November 2011

05:50

Sama-Sama Salah….Nggak Ada yang Bener… XD

Alhamdulillah UTS gue sudah selese kemaren. Dan ya gitu deh….Ada beberapa yang nggak sukses. Nggak bisa ngejawabnya gue. Hehe. Mana gue duduknya di depan lagi. Soalnya gue absen nomer 1. Haha. Gara-gara gue pindah kelas sih... Uhya, kelas gue yang baru ini anak-anaknya kalau Ujian pada contekan. Atau pada bikin contekan. Kalau gue? Gue kan duduk di depan. Jadi gue nggak ada gairah buat curang. Gue kerjaen sebisa gue. Tau ah. Dari jaman sekolah dulu sampe kuliah kok ya nyontek mulu. Jadi meragukan nih generasi yang dikatakan generasi penerus bangsa. Generasi harapan. Terus kalau elo gimana na? Gue emang nggak nyontek tapi gue akui metode belajar gue juga salah. Gue pake system SKS Alias Sistem Kebut Semalam. Belajar di malam dimana esoknya adalah waktu ujiannya. Mana gue pake metode menghapal lagi. Dan gue kesusahan juga untuk menghapalnya entah mungkin karena faktor usia. Haha. Beda sama jaman gue masih SD. Harusnya gue kan memahami bukan menghapal. Hehe.

Selasa, 08 November 2011

05:24