Dunia dan akhirat. Pendidikan umum dan Pendidikan Islam. Aku tidak pernah bersekolah di sekolah islam. Selama ini selalu sekolah di sekolah umum. SD, SMP dan SMA. Bukan MI, MTS, dan MA. Dan pendidikan islam selain aku dapatkan dari pelajaran yang diajarkan di sekolah umum, aku sempat dapatkan juga di sekolah sore (madrasah). Cuma sampai aku SMP saja. SMA udah nggak sekolah madrasah lagi karena udah lulus. Rasanya mereka yang bersekolah di sekolah islam dimana selain mendapatkan pelajaran islam seperti: Qur’an Hadits, Nahwu Shorof, Bahasa Arab dan lain-lain juga mendapatkan pelajaran umum seperti: matematika, serta IPA maupun IPS dll lebih unggul dibandingkan dengan anak-anak sepertiku yang bersekolah di sekolah umum. Betul nggak sih??
Dalam hal ini, aku ingin menyoroti masalah ujian. Kemaren-kemaren aku baru selese baca novel Negeri 5 Menara. Aku tertarik pada bagian yang bercerita tentang ujian. (yang belum tau gimana cerita dari Novel Negeri 5 Menara silahkan baca resensinya aja yah karena disini aku nggak nulis resensinya. Hehe). Disana diceritakan kalau ujian di Pondok itu sudah seperti Festival Akbar. Dijalanin dengan sungguh-sungguh. Belajar bener-bener. Ujian berlangsung secara lisan dan tulisan. Berlangsung selama dua minggu. Pelajarannya juga lumayan banyak. Nah, kalau di sekolah islam juga bukannya pelajarannya lebih banyak dan mungkin beban ujian setiap harinya bisa lebih dari dua pelajaran? Waktu berlangsungnya ujiannya juga lama. Sampai lebih dari seminggu. Bener nggak?
Wah, beda banget sama aku yang sekolah di sekolah umum. Paling-paling cuma seminggu. Dan pelajarannya juga kan nggak sebanyak di sekolah islam.
Nah, sekarang kuliah. Pelajarannya dikit tapi kalau ujian lama banget. Sampe bisa-bisa dua minggu lebih sehari. Memang sih ujiannya nggak tiap hari. Tapi, ada jedanya mungkin selama dua atau tiga hari baru nyambung lagi ujiannya. Ini nih yang nggak enak. Pernah dengerkan kalau mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. Nah, itu dia semakin ujian itu berlarut-larut lama banget. Semakin menurun juga semangat belajar kita. Semangat belajarnya nggak bisa stabil kayak semangat awal-awal ujian. Kadang aku ngerasa kasihan sama mata kuliah yang diujikan di akhir-akhir. Hasil pasti kurang maksimal kalau dibandingin sama mata kuliah yang diujikan di awal.
Mulai sekarang pengen rasanya bisa ngedapetin feel yang ada di Novel Negara 5 Menara. Dimana ujian itu memang perlu dan penting. Sehingga harus belajar dengan sungguh-sungguh. Dulu aku sebenarnya nggak terlalu pengen ada kayak ujian-ujian segala. Padahal kalau dipikir-pikir dalam kehidupan kita juga ada ujiannya. Hehe.
Belajar dari nilai-nilaiku yang selama ini nggak maksimal aku kadang berpikir kalau aku sekarang jarang atau bahkan mungkin nggak pernah belajar apa yang sebenarnya jadi pelajaran. Sibuk belajar program terus. Padahal itu nggak pernah diujikan.
Oiya, selain ujian yang sebenernya penting juga adalah kompetisi. Buat apa terus-terusan belajar dan berlatih kalau kita nggak pernah ikut kompetisi. Kita nggak tahu bagaimana kualitas kemampuan kita. Berdiam diri hanya akan membuat kemampuan kita jadi sia-sia.
Bismillahirrahmanirrahim…
Mari kita jadi pribadi yang lebih baik lagi…
Senin. 15 Agustus 2011
1:21