Minggu, 28 Agustus 2011

BAKA!!!BAKA!!!BAKA!!!

Semoga apa yang dimaksudkan olehnya itu bukan aku. Malu banget rasanya. Arrrgghhhh!!!!

Kenapa. Kenapa. Kenapa sih??? Selalu ajah kayak gini. Hal-hal yang membuat aku malu. Hal-hal yang membuat aku terlihat bodoh. Dan pada akhirnya aku diketawain sama semua. Hal-hal itu akan diungkit dan dijadikan bahan candaan. DAMN!!! Aku nggak suka.

Mending kalau hal-hal itu konyol. Bukan hal-hal yang memalukan. Parah deh. Baka!!!baka!!!baka!!! bodoh lah pokoknya. Hiks…jadi pengen nangis. Kalau hal konyol kan seru kalau diceritain lha kalau yang ini….hwaaa….menyebalkan. why…why…why?

Sabtu, 27 Agustus 2011

00:02

Buka bersama plus reunian

Singkat ajah yah ceritanya..hehe. hari ini gue buka bersama bareng temen2 SMA gue di kelas XII IPA 4. Awalnya gue sih nggak pengen ikut. Gue nggak biasa buka puasa di luar rumah sama sholat tarawih di tempat lain (di luar tempat gue tinggal). Trus tempatnya juga jauh dari rumah gue sama iurannya juga mahal. 30 ribu bo’…kan lagih puasa. Mana ada pemasukan gue. Nggak ada uang saku. Karena kan gue nggak bakalan jajan. Tapi, gara-gara ada yang bilang kalau udah ada yang bayarin. Jadinya nggak enak deh. Jadi berangkaaja deh. Ikutan. Hehe. Alhamdulillah. Temen2 gue pada baek gue cuma bayar 10 ribu aja. Hehe. Makasih yah semuanya….

Agak molor dari undangan. Tapi, lumayanlah banyak yang datang. Jadi reunion deh. Temen2 yang cowok pada makmur-makmur. Subur. Ndut-ndut. Hehe…beberapa ajah sih. Senenglah bisa ketemu sama mereka. Cerita2. Hehe. Thank’s for today. Dan gue sama beberapa temen gue pamit duluan buat cabut ke masjid yang ada di JHK buat sholat isya’ sama tarawih. Yang lain sih kayaknya nggak pada sholat tarawih. Hehe. Nggak tau juga lah… hehe. Pokoknya thank’s for today. Bisa berbincang-bincang lagih sama kalian. Bisa komunikasi sama kalian di tengah kita berpencar di banyak kota buat menuntut ilmu. Buat sukses! Haha. Semangat teman-teman!!! :D

Jum’at, 26 Agustus 2011

23:37

Selasa, 23 Agustus 2011

KESOMBONGANMU? Dan EKSPEKTASIKU

Hmm…gue jadi mikir sekarang ini. Gue yang terlalu berekspektasi berlebihan ke kamu atau kamu yang memanglah sombong? Mulut besar. Tong kosong nyaring bunyinya. Kamu suka ngomong bisa ini-itu. Tiap ada orang ngobrolin apa gituh kamu maen nyambung aja. Selain banyak omong kamu juga suka ngetes orang lain juga. Membodohi orang lain. Mentang-mentang udah pintar yah??? (sombooong…)

Tapi, kadang-kadang ikut berlagak bodoh juga buat membodohi orang lain. Hmm…ckckck….(geleng-geleng kepala gue tapi bukan sebagai isyarat “tidak”).

Kamu banyak omong kayak bisa and berpengetahuan luas gue respect sama kamu (karena emang udah seharusnya sih gue respect sama kamu…kamu kan yang lebih berumur. Hehe). Selain respect gue mungkin terlalu berekspektasi sama kemampuanmu yang cenderung fantasi itu. Kenapa gue bilang fantasi? Lha kenyataannya gue kadang tanya hal mudah sama kamu malah kamu nggak bisa jawab. Atau minta bantuan jawaban dari pertanyaanku malah kamu nanya balik ke aku ngalor ngidul dan pada akhirnya kamu nggak jawab dan nggak ngebantu. Padahal gue masih inget kamu bilang sudah punya pengalaman ngbuat ini-itu juga. Tapi, mana??? Mengecewakan. Dan sekarang gue nggak mau lagih terlalu berekspektasi yang berlebihan ke kamu.

Selasa, 23 Agustus 2011

01:31

Makin tambah pahit aja!

Buat tukang kibul yang suka ngomong ngalor ngidul kagak jelas.

Kenapa sih aku harus ketemu orang macam kamu? Ngebuat sejarah pertemanan dalam hidupku makin pahit aja!

aku nggak tahu apa yang aku rasa ini itu sakit hati atau apa? Tapi, jujur aku nggak mau menderita penyakit ini. Mungkin aku cuma nggak bisa terima aja. Aku udah nggak ngarep kamu harus minta maaf. Karena aku rasa udah cukup maaf-maafan selama ini karena kenyataannya kamu nggak ada berubahan tuh. Emang udah sifat aslimu kali kayak gitu. Selama ini berteman kayak nggak ada pengaruh positifnya ke aku. Yang ada aku capek melihat kebohongan seseorang (kamu). Aku masih nggak terima dibodohi dan dibohongi habis-habisan. Dan paling nggak terima lagi itu semua kamu lakukan juga untuk mengusik privasiku. Dan sekarang terkadang kalau mendengarmu bicara hanya membuat emosiku sedikit naik.

Lebih banyak kepahitan, kebohongan, dan hal-hal negatif yang seharusnya tidak kamu omongkan ke aku yang aku ingat, daripada kebaikan-kebaikanmu karena sudah pernah membantuku.

Aku seperti ini karena sikapmu sendiri. Jadi jangan tanyakan ke aku. Koreksi dirimu.

Semoga ini tulisanku yang terakhir yang bercerita tentangmu. Semoga hidupku jadi lebih baik. Khususnya dalam pertemanan.

Selasa, 23 Agustus 2011

01:15

Senin, 15 Agustus 2011

Ujian

Dunia dan akhirat. Pendidikan umum dan Pendidikan Islam. Aku tidak pernah bersekolah di sekolah islam. Selama ini selalu sekolah di sekolah umum. SD, SMP dan SMA. Bukan MI, MTS, dan MA. Dan pendidikan islam selain aku dapatkan dari pelajaran yang diajarkan di sekolah umum, aku sempat dapatkan juga di sekolah sore (madrasah). Cuma sampai aku SMP saja. SMA udah nggak sekolah madrasah lagi karena udah lulus. Rasanya mereka yang bersekolah di sekolah islam dimana selain mendapatkan pelajaran islam seperti: Qur’an Hadits, Nahwu Shorof, Bahasa Arab dan lain-lain juga mendapatkan pelajaran umum seperti: matematika, serta IPA maupun IPS dll lebih unggul dibandingkan dengan anak-anak sepertiku yang bersekolah di sekolah umum. Betul nggak sih??

Dalam hal ini, aku ingin menyoroti masalah ujian. Kemaren-kemaren aku baru selese baca novel Negeri 5 Menara. Aku tertarik pada bagian yang bercerita tentang ujian. (yang belum tau gimana cerita dari Novel Negeri 5 Menara silahkan baca resensinya aja yah karena disini aku nggak nulis resensinya. Hehe). Disana diceritakan kalau ujian di Pondok itu sudah seperti Festival Akbar. Dijalanin dengan sungguh-sungguh. Belajar bener-bener. Ujian berlangsung secara lisan dan tulisan. Berlangsung selama dua minggu. Pelajarannya juga lumayan banyak. Nah, kalau di sekolah islam juga bukannya pelajarannya lebih banyak dan mungkin beban ujian setiap harinya bisa lebih dari dua pelajaran? Waktu berlangsungnya ujiannya juga lama. Sampai lebih dari seminggu. Bener nggak?

Wah, beda banget sama aku yang sekolah di sekolah umum. Paling-paling cuma seminggu. Dan pelajarannya juga kan nggak sebanyak di sekolah islam.

Nah, sekarang kuliah. Pelajarannya dikit tapi kalau ujian lama banget. Sampe bisa-bisa dua minggu lebih sehari. Memang sih ujiannya nggak tiap hari. Tapi, ada jedanya mungkin selama dua atau tiga hari baru nyambung lagi ujiannya. Ini nih yang nggak enak. Pernah dengerkan kalau mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. Nah, itu dia semakin ujian itu berlarut-larut lama banget. Semakin menurun juga semangat belajar kita. Semangat belajarnya nggak bisa stabil kayak semangat awal-awal ujian. Kadang aku ngerasa kasihan sama mata kuliah yang diujikan di akhir-akhir. Hasil pasti kurang maksimal kalau dibandingin sama mata kuliah yang diujikan di awal.

Mulai sekarang pengen rasanya bisa ngedapetin feel yang ada di Novel Negara 5 Menara. Dimana ujian itu memang perlu dan penting. Sehingga harus belajar dengan sungguh-sungguh. Dulu aku sebenarnya nggak terlalu pengen ada kayak ujian-ujian segala. Padahal kalau dipikir-pikir dalam kehidupan kita juga ada ujiannya. Hehe.

Belajar dari nilai-nilaiku yang selama ini nggak maksimal aku kadang berpikir kalau aku sekarang jarang atau bahkan mungkin nggak pernah belajar apa yang sebenarnya jadi pelajaran. Sibuk belajar program terus. Padahal itu nggak pernah diujikan.

Oiya, selain ujian yang sebenernya penting juga adalah kompetisi. Buat apa terus-terusan belajar dan berlatih kalau kita nggak pernah ikut kompetisi. Kita nggak tahu bagaimana kualitas kemampuan kita. Berdiam diri hanya akan membuat kemampuan kita jadi sia-sia.

Bismillahirrahmanirrahim…

Mari kita jadi pribadi yang lebih baik lagi…


Senin. 15 Agustus 2011

1:21

Sabtu, 13 Agustus 2011

cinta : kesepakatan bukan kesepihakan

Cinta adalah suatu kesepakatan, bukan suatu kesepihakan. Suatu kesepakatan untuk mengambil komitmen. Dan bukanlah suatu kesepihakan yang hanya dijalani satu pihak saja. Yang sepihak bukanlah cinta namanya. Karena cinta itu haruslah berjalan dua arah. Seperti mencintai dan dicintai.

Jadi, kesimpulannya adalah cinta tidak bisa dieksperimenkan. Mengapa? Yah karena cinta itu bukanlah suatu kesepihakan. Hehe. Kayaknya kesimpulannya nggak nyambung yah? Hehe.

Okeh, dikit aja deh nulis tentang cinta-cintaannya soalnya kagak banyak ngerti juga. Haha.

From aina with love…cieee…haha

Kamis, 11 Agustus 2011

19:03

Rabu, 10 Agustus 2011

Mau nonton ajah kok ribet…:D

Bingung euy, tulisan ini mau gue kasih judul apa. Hehe.

Jadi ceritanya gini. Umur gue udah ada lah 18 tahun. Malah udah lebih dikit. Hehe. Tapi, kenapa gue kalau mau nonton film yang buat umur 18+ kok yah masih ragu iyah. Kayak waria yang bingung mau masuk toilet pria apa toilet wanita. Hehe. Padahal film itu yah film biasa. Bukan film yang adegan dewasanya banyak. Terus, gue juga kalau nonton tayangan buat remaja kayak drama korea atau FTV2 di teve yang notabene ceritanya seringnya tentang cinta kok rasanya kadang nggak nyaman aja kalau ayah sama mama tau. Kadang malah ayah atau mama ikutan nonton bareng. Hweiii..tambah nggak enak gue. Yang gue juga agak heran sama ayah gue yang kayak suka gituh nonton drama korea. Kadang di adegan romantis yang sedikit konyol ayah ketawa. Dan kalau gue nonton acara olahraga gituh malah dimarahin. Gue lumayan suka nonton sepak bola. Atau acara yang bahas berita tentang olahrga sepak bola. Emm, gentian kalau nonton kartun juga nggak enak sama ayah sama mama. Mereka pasti nggak pengen nonton itu. Sementara ada juga sih rasa sedikit agak malu karena udah gedhe masih aja nonton kartun. Yang namanya suka mau gimana lagi?? Hehe. Mencari hiburan ajah kok. Tapi, membingungkan juga. Serba nggak enak mau nonton apa…hehe.

Selasa, 09 Agustus 2011

23:05