Minggu, 21 November 2010

*mati muda*

Beberapa waktu yang lalu aku membaca catatan salah seorang temenku dan kakaknya di FB-mereka. Catatan tentang seorang temannya yang sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Sedikit yang bisa aku ceritakan kembali dari catatan mereka dengan bahasa aku sendiri:


Catatan seorang temanku

Dia menulis catatan itu untuk seorang temannya yang sudah sekitar satu tahun meninggalkannya. Dia merindukannya. Dia masih ingat jelas akan kebiasaan2 temannya itu. Dan itu juga yang dia rindukan. Dan sedikit kata2 yang aku kutip dari catatan itu adalah: “Kamu sudah bisa berdamai dengan kematian, Lantas kenapa aku tak juga bisa berdamai dengan kenyataan”…”aku kangen kamu”.


Catatan kakak dari seorang temanku

Dia juga menulis sebuah catatan untuk seorang temannya yang sudah meninggal dunia. Di catatan itu dia menceritakan tentang pengalamannya bersama teman2nya pergi ke luar kota untuk berziarah ke makam temannya dan bersilaturahmi ke keluarga temannya itu.


Dari catatan2 mereka aku jadi berpikir. Bagaimana seandainya itu aku? Bagaimana seandainya aku pergi untuk selamanya pada suatu waktu dimana aku masih muda dan itu pasti aku hidup dalam suatu lingkungan social.

Jika aku sudah berdamai dengan kepastianku(kematianku),

Apa ada teman yang akan merindukanku?

Jika aku sudah berdamai dengan kepastianku(kematianku),

Apa ada teman yang akan merasa kehilanganku?

Jika aku sudah berdamai dengan kepastianku(kematianku),

Apa ada teman2 yang akan meluangkan waktunya untuk berziarah ke makamku dan menegok keluargaku?menghibur keluargaku?membuat mereka tersenyum?

Aku hidup aja aku kadang bertanya pada diri sendiri: ”Apa aku punya teman???”.


Teman sebenarnya teman mungkin ada atau tidak aku tidak tau. Dan kalau ada pun itu bisa dihitung dengan jari. Kebayakan teman itu di belakangnya pasti kebanyakan ketambahan kata: “sekelas” yup! Teman sekelas. Keberadaan yang meragukan. Karena walaupun dalam satu kelas belum tentu semuanya saling kenal.


Dan dari catatan2 mereka aku jadi berpikir:

Aku berfikir kalau temannya temanku dan temannya kakaknya temanku yang sudah berdamai dengan kepastian mereka adalah orang baik. Ya, Orang baik.

Dan aku juga berpikir tentang bagaimana perasaan orang tua yang ditinggalkan melihat kedatangan teman2 dari buah hatinya yang sudah meninggal. Mereka Sedih tapi, bisa sedikit tersenyum dengan kedatangan teman2 dari buah hatinya. Dan mereka pun mungkin dalam hati akan berkata: “Kalau anakku masih hidup mungkin dia sudah sebesar kalian dan berjuang untuk pendidikannya seperti kalian”


Terima kasih untuk temanku “F”

Dan kakaknya “D”

Atas catatan2 kalian.

Untuk teman2 kalian yang sudah meninggalkan dunia untuk selamanya semoga mendapatkan tempat yang indah dan tenang di sana.



Untuk seseorang yang aku harapkan membaca ini. Kalau mau menceramahiku lagi silahkan. Aku memang aneh. Memikirkan hal2 yang aneh. Tapi, aku tidak berpikir negatif. Aku berpikir seperti itu g ada salahnya kan?? Mungkin kamu memang benar yang bisa aku lakukan hanyalah harus tetap bersyukur dan menjalani hidup aja. Sampai aku sampai pada kepastianku.

Makasih…

Sebuah cerita tentang persaudaraan

Yeaahhh…

FMA – Full Metal Alchemist. Yups! Itu salah satu anime yang aku suka! :)

Kenapa?

karena anime ini menceritakan tentang kisah persaudaraan yang sangat bagus.

Kisah persaudaraan antara Edward elric (kakak) dan alphonse elric (adik).

Ed dan Al adalah anak seorang alchemist (ahli kimia). Ya! Ayahnya seorang alchemist hebat. Dan mereka pun mewarisinya. Mereka genius dan mengerti tentang alchemist dalam usia dini. Dan, Cerita berawal ketika mereka berdua ingin menghidupkan kembali ibunya (dengan human transmution). Hal ini adalah hal terlarang buat seorang alchemist. Tapi, mereka tidak peduli. Mereka terus belajar agar bisa menghidupkan kembali ibunya. Pada suatu hari, mereka berdua siap untuk melakukan prosesi menghidupkan kembali ibu mereka. Tapi, ternyata hasilnya adalah sesuatu yang mengerikan. Seperti monster. Dan terlebih lagi karena itu Al kehilangan badannya. Seperti terbawa masuk ke dimensi lain. Yang tersisa cuman jiwanya saja. Sementara itu Ed masih sedikit beruntung dia cuman kehilangan kaki kirinya. Tapi, lengan kanannya juga terluka. Ed sangat takut. niatnya ingin menghidupkan kembali ibunya malahan hasilnya jadi berantakan. Ed pun menyelamatkan jiwa Al yang masih tersisa dengan memindahkannya ke baju zirah (baju perang) dengan membuatkan sandi dengan darahnya di baju zirah itu kemudian rela kehilangan lengan kanannya sebagai konsekuensi yang dia lakukan untuk menyelamatkan jiwa Al. dan semenjak saat itu, Ed berkeinginan untuk bisa mengembalikan kembali tubuh Al. dia pun sudah berjanji ke adiknya itu.

Dan cerita yang menyentuhku adalah saat dimana Al mulai ragu. Dia mempertanyakan tentang ingatannya. Dia berpikir kalau ingatannya itu cuma hasil ciptaan Ed. Tidak benar2 nyata. Mendengar hal itu, Winry (teman dekat mereka berdua) dan neneknya marah ke Al yang seperti itu. Nenek Winry bercerita kalau Al salah jika berpikir seperti itu, karena tidak mungkin jika ingatan itu adalah rekayasa Ed, dia harus menahan rasa sakit operasi pemasangan auto mail (tangan palsu dari besi). Ya! Tangan Ed hilang karena untuk menyelamatkan jiwa Al.

Al pun sadar. Kemudian mereka berdua melakukan pemanasan bareng. (bertempur) :D . Ed harus memasang auto mail kembali. Karena auto mail nya hancur ketika melawan musuh. Bertempur untuk mengecek kelincahan dan kelenturan.

(jadi, saat Ed sakit karena habis bertempur, Al malah berpikir kayak gitu)

Hmm…

Begitulah ceritanya, mereka pun berkelana dengan Ed sebagai salah seorang alchemist Negara yang yang bertitle “FullMetal Alchemist” untuk menemukan formula yang bias mengembalikan tubuh Al kembali.

Kalau g baca sendiri komiknya atau nonton anime nya mungkin cerita di atas terasa biasa2 aja.

Tapi, g apa2lah.

:)))

Sabtu, 06 November 2010

Seperti ini kah cinta?

Saat kelas 5 SD aku mengetahui kalau seorang temanku sudah dilanda virus merah jambu. Yups! Dia kena penyakit yang biasa orang2 menyebutnya cinta monyet. Sang Pencipta sudah menyentuh perasaanya lebih cepat. Mungkin itu yang bisa aku katakan. Masih kecil dia sudah diberi rasa untuk menyukai lawan jenis. Hebat!!! Tak pernah terpikirkan olehku saat itu. Tapi, Setiap anak memang mempunyai perkembangan yang bebeda2. aku menerima aja…

Well, back to the story…

Dia suka ma ketua kelas yang juga merupakan adik sepupu dari salah satu teman sekelasku. Aku tak tahu mengapa dia suka ma anak laki2 itu. Mungkin karena kepintarannya, karena kedua orang tuanya adalah guru atau mugkin karena pribadinya. Waktu itu dia berpikir untuk memberinya surat. Surat cinta. Haha (Dasar Anak Kecil!!) :LOL:

Tapi, apa yang terjadi???

Surat Cinta itu jadi masalah. Yups! Cinta vs Persahabatan.

Kakak sepupu dari anak laki2 itu mengetahui rencana pemberian surat cinta ke adik sepupunya dari salah seorang temannya. Walhasil, surat cinta itu g sampai ke orang yang dituju dan persahabatan dengan teman2 di kelas jadi renggang. Malahan jadi blok2an. Dan akhirnya seiring berjalannya waktu rasa cinta temannku itupun hilang dengan sendirinya. Huh! Dasar cinta monyet!

Tapi, semenjak kejadian itu aku jadi sedikit membenci cinta. Karena Cinta malahan membuat persahabatan kami berantakan. I HATE LOVE!

Saat SMP, aku semakin tak mengerti tentang apa yang namanya cinta. Apa cinta menurut mereka (Sang pelaku/yang menjalaninya) adalah suatu permainan. Yupz! Sering aku mengetahui mereka gonta-ganti pasangan. Heih?! Dan pertanyaan yang pernah terlintas di pikiranku : “Apa kalian itu tidak punya criteria dalam memilih pasangan (pacar) ?

Habis yang aku lihat mereka itu kadang seperti ini:

Dulu dia pacaran sama anak yang berjilbab. Dan setelah putus, dia pacaran lagi. Tapi kok pacarnya yang sekarang g berjilbab ya? Kayak g konsisten! (pikirku) Tapi, mungkin dia mencintai anak itu bukan karena jilbabnya. Hehe,..

Tapi, kebanyakan orang bilang kalau mencari pacar pasti mencari yang lebih baik dari yang sebelumnya. Nah, kalau kata2 itu diterapkan bukannya yang berjilbab sepertinya lebih baik daripada yang g berjilbab? Atau apa karena yang g berjilbab lebih cantik daripada yang berjilbab? Sungguh aku tak mengerti tentang ini. Tak mengerti dengan sudut pandang yang mereka pakai dalam permasalahan yang seperti ini.

Yang aku tahu kebanyakan anak2 yang menjalin hubungan waktu SMP hubungannya g berlansung lama. Bahkan, temen sekelasku ada yang Cuma ngejalaninnya Cuma seminggu. Tapi, memang g semua seperti itu. Ada juga kisah cinta dua orang teman sekelasku yang masih menjalin hubungan sampai sekarang. (senang rasanya! Semoga tetap langgeng terus teman J )

Ada juga yang menurutku aneh adalah ternyata ada seorang anak laki2 yang berpikiran kalau dia g mau pacaran ma anak perempuan yang bekas pacar orang. Hweeih?! (bingung)

Waktu SMP, itulah waktu pertama kalinya aku melihat orang yang berjuang di medan cinta. Yups! Aku melihat seseorang yang lagi menyatakan cinta. Cuman sekilas aja sih. Dan aku tahu pun karena aku pas lewat di kelas itu. Siang itu, waktu menjelang les sore buat persiapan UAN, ada 2 orang (siswa-siswi) yang oleh teman2 si anak perempuan mereka dikunci di kelas berdua karena yang anak laki2 mau nyatakan cinta. Huhu!! Aku lihat di kelas cuman ada mereka berdua dan teman2 mereka ada di luar, di depan pintu. Dan beberapa hari setelah itu, aku bertemu dengan mereka berdua di kantin. Sepertinya mereka berdua sudah pacaran. Ternyata acara itu sukses! (haha)

Dan sempat juga waktu SMP ada 2 orang anak laki2 berantem di deket kantin sekolah cuman gara2 ngerebutin 1 orang anak perempuan. Seorang Guru sampai turun tangan untuk melerai mereka. Waktu itu Guruku menasihati mereka: ” Anak perempuan itu ada banyak. Ngapain rebutan sampai harus bertengkar kayak gitu”

dan aku lupa entah aku dengar tentang ini waktu SMP atau kapan, dan aku juga lupa siapa yang pernah bercerita padaku tentang ini. Aku memang lupa bagaimana ceritanya tapi, intinya ada suatu keluarga (pasangan suami-istri) yang ribut cuman gara2 mantan (mantan pacar). Dan gara2 itu aku mikir. Punya banyak mantan itu g enak. Karena bisa menjadi suatu masalah di kehidupan mendatang. Karena Cinta datang tak terkendali. Bisa muncul tiba2. dan memungkinkah cinta lama bersemi kembali. (ihiiirrr…betul g?) :LOL:

SMP. Aku mulai tahu tentang adanya orang2 yang lebih memilih untuk menjadikan dirinya sebagai seorang pengagum rahasia. Aku heran dengan pilihan mereka. Maaf, menurutku kalian melakukan suatu kesia-siaan dalam hidup. Sang Pencipta menciptakan kalian ke dunia bukan untuk melakukan suatu kesia-siaan. Memikirkan orang yang belum tentu memikirkanmu. Aku kasihan dengan mereka. Sudahlah hentikan penderitaan yang kalian buat sendiri itu. Show your love! I think it’s better J Takut ditolak? Hei sobat, yang sering aku dengar dari orang2 : “g apa2 ditolak. Toh, masih bisa jadi temennya!: ) mungkin dengan mengungkapkan perasaan akan merasa lega dan kalaupun hasilnya g sesuai ma harapan. insyaAllah masih bisa jadi teman. Kalian akan merasa hubungan kalian emang lebih baik dalam suatu persahabatan.

Ada juga cerita2 tentang adik2 kelas yang naksir ma kakak2 kelasnya. Hehe.

Seorang teman sekelasku ditaksir ma adik kelas gara2 waktu test semesteran mereka duduknya deketan dan si adik kelas itu kagum ma kakak kelasnya yang g nyontek. G nengok kanan-kiri tanya ke temennya untuk mencari tahu jawaban dari soal yang diujikan.

Saat SMA, semakin terlihat kalau ada juga orang yang mencintai orang itu karena kecantikannya. Hmm…bersyukurlah wahai “bunga2” yang cantik…banyak “kumbang2” yang ingin mendekatimu. Tapi, aku tahu kalian juga resah karena hal yang seperti itu. Aku harap kalian berpikiran: “Hatiku untuk ditemukan bukannya dikejar”.

Cinta SMA makin mengerikan!!! (tak bisa ku merangkai kata2 tuk menyampaikannya…berat!!!)

Lewat ajah-----sensor------lebih baik aku ceritakan tentang kisah cinta yang lucu, yang bagus, yang tidak terlalu buruk juga…

Yups! Ada juga teman sekelasku yang menjalin hubungan gara2 sering dijodoh2in oleh guruku, Guru matematika ku. (hmm…nice! J semoga tetap langgeng ya…)

Tapi, ada juga yang udah putus. Tapi, justru hubungan mereka tambah baik setelah putus. Masih teringat jelas, bagaimana proses jadiaannya mereka.

Waktu itu tepat hari Kemerdekaan RI. Anak sekolahan tetap berangkat untuk melangsungkan upacara di sekolah. Selesai upacara itu, di kelas awalnya teman2 seperti biasanya ada yang maen computer, ada yang ngobrol2 dan ada juga yang tidur. Tapi, mendadak ternyata seperti sedikit diskenario terjadi suatu ‘penembakan’ (istilah untuk orang yang menyatakan cinta ke seseorang,,yang waktu SMP aku g ‘ngeh’ ma istilah ini :D ). Ruangan kelas ditutup. Dan mereka berdua ada di tengah2 kelas. Yang laki2 ‘nembak’ sambil nyanyi lagunya Yovie and Nuno yang judulnya Janji Suci…(Oh…legit!!!haha) dia nyanyi pas di bait:

“jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak akan mengulang tuk meminta”

Semua temen2 yang ada di kelas pada heboh. Nyengar-nyengir lihat temennya yang lagi berjuang di medan cinta..hehe. ada juga yang usil lagu dari computer di play lagunya ungu yang tercipta untukku buat dijadikan theme song (kalo g salah sih!!)

Dan, akhirnya…

Cintanya diterima. Semua senang. :D

Dan cinta mereka pun berawal dari seringnya guru matematika ku menjodoh2kan mereka kalau pas pelajaran di kelas.

Waktu SMA. Aku jadi bisa mengambil kesimpulan juga kalau pacaran satu kelas itu g enak. Kalau hubungannya masih jalan sih g apa2. lha kalau udah putus. Malah jadi saling g enak. Bisa juga timbul masalah.

Selain itu, waktu di kelas, Guruku juga pernah ada yang bilang: “Buat apa pacar2an. Mikirin anak orang. Mikirin diri sendiri aja g bisa udah mikirin anak orang. Anak orang udah ada yang mikirin. Jadi tanggungjawab bapak dan ibunya”

Nasihat yang bagus. Tapi, kenapa anak beliau sendiri malah pacaran ya??

Begitulah pertanyaan yang keluar dari aku dan teman2 setelah mendengar nasihat beliau.

Ya!!! Anak beliau emang pacaran. Satu sekolah juga tahu. Tapi, bapaknya (Beliau) malahan yang kayaknya g tau karena mungkin anaknya pintar menyembunyikan hubungannya.

Hmm…begitulah hubungan “backstreet” yang aku temui waktu SMA.

Begitulah warna-warni cinta waktu di SMA yang sedikit aku tahu.

Sebenarnya mungkin masih banyak lagi. Tapi, ya aku g bisa merangkai semuanya dalam kata2…

BERAT!!! MENGERIKAN!!! DASAR ANAK MUDA!!!

KENAPA TIDAK : “YANG MUDA YANG BERAGAMA” bukannya “YANG MUDA YANG BERCINTA” Hufft…

Saat kuliah, hssh…ketemu anak2 error, over lebay, dan sedikit bisa aku katakan kalau mereka sangat terobsesi untuk menjadi model. Narsis-nya cuy! Foto2 mulu. Ampun dah!!! (haha) peace !! (hehe)

Yang aku temui saat kuliah adalah cinta yang seperti ini:

Hei…halo…assalamu’alaikum…

Kamu bukannya udah punya pasangan ya?

Lantas kenapa kok sikap kamu kayak gitu?

Kenapa kamu g bisa menjaga perasaan pasanganmu yang ada jauh disana?

(begitulah pertanyaan2 yang keluar dari benakku)

Yups! Aku heran ma insan dewasa yang seperti itu.

Pelajaran yang buruk buatku dan AKU G SUKA ITU!!!

Dan yang aku temui waktu di kuliah dan belum pernah aku menemukan hal yang kayak gini waktu aku sekolah adalah orang yang di depan umum dengan PD nya manggil “sayang” ke temennya sendiri (dan mereka tidak sedang menjalin hubungan alias mereka g pacaran).

Ampuun! Hi you?!

(risih cuy! Karena hal itu aneh dan g seharusnya dilakukan)

Terus ada juga yang PARAH!!!

Gimana g parah?! Masak di depan pacarnya sendiri malah deket2an sama perempuan lain. Ampun!!! Mau jadi playboy?!!! Mau manas2in?!!! tidakkah kau jaga perasaan pasanganmu?? Tidakkah kau melukai hatinya dengan sikapmu yang seperti itu. (hssh,sungguh aku g ngerti!!!)

Lagi2 di perkuliahan ini aku menemui seorang yang lebih memilih untuk jadi pengagum rahasia (hedheh!!!) tapi, yang ini tak pandai menyembunyikan rasanya. Yups! Meski dia g pernah ngomong tapi dari sikap dah kelihatan jelas kalau dia suka ma insan perempuan dewasa itu. (wah,,,kurang handal!!! Haha)

Terus yang membuat aku g habis piker adalah waktu si insan perempuan dewasa itu bertanya kepadanya: “kamu suka ma aku ya?”

GUBRAKZ!!! Sang pengagum rahasia malah ngambek. (anak laki2 kok gitu?!! Haha) :LOL:

Setelah bertanya seperti itu hubungan mereka jadi renggang, karena katanya sang penagum rahasia g suka ditanya kayak gitu. Dia lebih suka dibiarkan untuk tetap terus mengaguminya, dekat dengannya walaupun dia merasakan kesakitan karena kenyataan yang ada insan perempuan dewasa itu sudah ada yang punya.

Ya! Waktu kuliah aku menjumpai seseorang yang mencitai seseorang yang jelas2 sudah punya orang lain. Kata temanku itu g salah cuman kurang tepat. Dosenku juga bilang masalah tentang perasaan emang susah!

(sekali lagi aku tak mengerti tentang cinta yang ada di hidup ini)

Ada juga ku temui seseorang yang tetap g goyah ma pasangannya (yang udah dipilihnya sejak lama) , biarpun teman2nya berkata tentang hal2 miring yang meragukan mereka berdua. Seperti : “sebenarnya kamu itu bisa dapat seseorang yang lebih baik dari dia” atau “dia itu g cocok buat kamu” atau candaan : “dia jelek gitu kok?!”

Abaikan saja! Tetap yakin ma pilihanmu sendiri karena yang ngejalanin itu kamu J

Ha………………

Begitulah kisah2 cinta yang aku temui yang bisa sedikit ku merangkainya dalam kata2…

Maaf buat teman2 jikalau ada kata2 yang tidak berkenan di hati.

Aku minta maaf, aku tidak ada maksud untuk itu…

" tak mudah satu kelompok ma anak pinter, ANAK PINTER EGO NYA TINGGI”

“BAD DAY”

Begitulah update status dari seorang temanku sore ini. Rasanya masih lebih “kerasan” judul tulisanku beberapa waktu yang lalu. Aku tulis: “DAMN DAY!” untuk hari yang menyebalkan waktu itu. Haha. XD (sayangnya tulisanku itu g kelar :( …)

Balik ke statusnya temenku, Aku ngoment statusnya: “ada p?”

Dan beberapa menit berselang hape-ku bergetar. Dia langsung sms.

Lewat sms-an aku tahu penyebabnya kenapa dia update status kayak gitu.

Ya! Hari yang buruk. Kejadian yang tidak diinginkan olehnya malahan terjadi.

Mulai dari telat masuk kuliah gara2 jadwal kerja bentrok ma jadwal kuliah. Sampai tugas kelompoknya yang berantakan. Praktik mereka GAGAL TOTAL katanya. Padahal waktu latihan buat percobaan di rumah dia berhasil. Eh, malahan di kampus hasilnya berkebalikan.

Mereka dimarahin habis2an ma dosen. Apalagi dia yang datangnya telat. Dimarahinnya jadi dobel. Dia bilang kejadian yang kayak gini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia dan temen2 satu kelompoknya yang pinter2 itu biasa jadi anak emas dosen2 kalau di kelas. Dan apa kalian tahu apa yang terjadi pada mereka setelah kejadian itu???

Ya! Mereka kecewa banget. Depresi. Frustrasi. Kacau!

Mereka jadi gak suka ma dosen baru itu. Ya! Memang dosen baru. Sebelumnya mereka belum pernah diajar ma beliau. Dan sekalinya diajar ma beliau plus baru awal semester juga malahan kejadiannya kayak gitu.

Waktu itu aku cuma bisa balesin sms-nya dengan bilang:

“Yang Sabar. Aku juga pernah ngalamin kayak gitu. Presentasiku berantakan. GAGAL TOTAL. Aku juga dimarahin habis2an ma dosenku”

“Boleh gak suka ma dosennya. Tapi, jangan sampai gak suka ma makulnya. Apalagi masih awal2 semester. Nanti kalau sering bolos karena g suka ma dosen itu terus nasib nilainya juga gimana?”

“Instrospeksi diri. Lakukan koreksi ma apa yang dah terjadi. Itu yang dulu aku lakukan. Meskipun hasilnya aku tetap kecewa. Tapi, coba aja dilakukan J

Dan Alhamdulillah-nya...

Sedikit demi sedikit…

Pelan2 dia sudah bisa menerima keadaan itu. Tapi, katanya malahan temen2nya yang masih belum bisa menerima. Dia bilang: “Memang susah satu kelompok ma anak2 pinter. Ego-nya tinggi”

Begitulah kutipan sms dari dia.

Hwaaa…ada benernya juga.

Setelah itu, aku jadi mikir. Mungkin kebanyakan orang berpikiran enak satu kelompok ma anak pinter. G perlu takut tugas g akan selesai. Pasti selesai. Karena ada dia (anak pinter) yang pasti akan ngerjaen tugasnya. Kalian jadi bisa santai2 & cukup bergantung ke dia. Menyerahkan semuanya ke dia. Dan Cuma tahu beres aja.

Tapi, semenjak aku membaca kata2 darinya itu aku menyadari bahwa satu kelompok ma anak pinter itu g gampang. Karena di dalamnya kalian akan menghadapi konflik2/masalah2 yang g akan kalian temui kalau kalian satu kelompok ma anak2 yang biasa. Seperti saat hasil dari kerja kerasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apa yang akan kalian lakukan? Bagaimana kalian menyemangatinya yang mungkin saat itu dia terpuruk dalam kekecewaan? Untuk kalian yang tidak peduli dengannya atau takut berbicara ke dia, kalian mudah saja buat pergi meninggalkannya. Berlalu begitu saja.

Tak Mudah…Sungguh tak mudah…

Apa kalian siap untuk berbenturan pemikiran dengan dia?

Apa kalian sudah menyiapkan diri kalian untuk bisa mengalah jika dia akan seperti mendominasi dan kadang kala ide yang dipakai untuk kelompok adalah idenya bukan ide kalian? Atau bahkan hasil pekerjaan kalian dimodif total oleh dia. Diganti (diubah2) sesuka dia. Apa kalian siap untuk tidak dihargai seperti itu?

Hati kalian mungkin bisa jadi dongkol karenanya.

Tapi, ketahuilah anak pinter juga manusia biasa. Terkadang rasa malas juga ada. Jadi kalau dia lagi g mood dan malahan kalian bertanya tentang tugas, yang ada kalian akan diacuhkan dan mungkin kata2 yang tidak mengenakkan kalian akan kalian dengar dari lisannya.

Jadi, apa kaian sudah siap dengan sedikit pemasalahan yang sperti itu???

(mungkin masih banyak lagi permasalahan lainnya)

Kesimpulanku sendiri: " tak mudah satu kelompok ma anak pinter.” ANAK PINTER EGO NYA TINGGI”

Tambahan:

Dan satu lagi yang perlu aku tanyakan ke diri aku sendiri: “EMANGNYA ANAK PINTER MAU KELOMPOKKAN MA AKU? ” :LOL: