Saat kelas 5 SD aku mengetahui kalau seorang temanku sudah dilanda virus merah jambu. Yups! Dia kena penyakit yang biasa orang2 menyebutnya cinta monyet. Sang Pencipta sudah menyentuh perasaanya lebih cepat. Mungkin itu yang bisa aku katakan. Masih kecil dia sudah diberi rasa untuk menyukai lawan jenis. Hebat!!! Tak pernah terpikirkan olehku saat itu. Tapi, Setiap anak memang mempunyai perkembangan yang bebeda2. aku menerima aja…
Well, back to the story…
Dia suka ma ketua kelas yang juga merupakan adik sepupu dari salah satu teman sekelasku. Aku tak tahu mengapa dia suka ma anak laki2 itu. Mungkin karena kepintarannya, karena kedua orang tuanya adalah guru atau mugkin karena pribadinya. Waktu itu dia berpikir untuk memberinya
Tapi, apa yang terjadi???
Surat Cinta itu jadi masalah. Yups! Cinta vs Persahabatan.
Kakak sepupu dari anak laki2 itu mengetahui rencana pemberian
Tapi, semenjak kejadian itu aku jadi sedikit membenci cinta. Karena Cinta malahan membuat persahabatan kami berantakan. I HATE LOVE!
Saat SMP, aku semakin tak mengerti tentang apa yang namanya cinta. Apa cinta menurut mereka (Sang pelaku/yang menjalaninya) adalah suatu permainan. Yupz! Sering aku mengetahui mereka gonta-ganti pasangan. Heih?! Dan pertanyaan yang pernah terlintas di pikiranku : “Apa kalian itu tidak punya criteria dalam memilih pasangan (pacar) ?
Habis yang aku lihat mereka itu kadang seperti ini:
Dulu dia pacaran sama anak yang berjilbab. Dan setelah putus, dia pacaran lagi. Tapi kok pacarnya yang sekarang g berjilbab ya? Kayak g konsisten! (pikirku) Tapi, mungkin dia mencintai anak itu bukan karena jilbabnya. Hehe,..
Tapi, kebanyakan orang bilang kalau mencari pacar pasti mencari yang lebih baik dari yang sebelumnya. Nah, kalau kata2 itu diterapkan bukannya yang berjilbab sepertinya lebih baik daripada yang g berjilbab? Atau apa karena yang g berjilbab lebih cantik daripada yang berjilbab? Sungguh aku tak mengerti tentang ini. Tak mengerti dengan sudut pandang yang mereka pakai dalam permasalahan yang seperti ini.
Yang aku tahu kebanyakan anak2 yang menjalin hubungan waktu SMP hubungannya g berlansung lama. Bahkan, temen sekelasku ada yang Cuma ngejalaninnya Cuma seminggu. Tapi, memang g semua seperti itu.
Waktu SMP, itulah waktu pertama kalinya aku melihat orang yang berjuang di
Dan sempat juga waktu SMP ada 2 orang anak laki2 berantem di deket kantin sekolah cuman gara2 ngerebutin 1 orang anak perempuan. Seorang Guru sampai turun tangan untuk melerai mereka. Waktu itu Guruku menasihati mereka: ” Anak perempuan itu ada banyak. Ngapain rebutan sampai harus bertengkar kayak gitu”
dan aku lupa entah aku dengar tentang ini waktu SMP atau kapan, dan aku juga lupa siapa yang pernah bercerita padaku tentang ini. Aku memang lupa bagaimana ceritanya tapi, intinya ada suatu keluarga (pasangan suami-istri) yang ribut cuman gara2 mantan (mantan pacar). Dan gara2 itu aku mikir. Punya banyak mantan itu g enak. Karena bisa menjadi suatu masalah di kehidupan mendatang. Karena Cinta datang tak terkendali. Bisa muncul tiba2. dan memungkinkah cinta lama bersemi kembali. (ihiiirrr…betul g?) :LOL:
SMP. Aku mulai tahu tentang adanya orang2 yang lebih memilih untuk menjadikan dirinya sebagai seorang pengagum rahasia. Aku heran dengan pilihan mereka. Maaf, menurutku kalian melakukan suatu kesia-siaan dalam hidup. Sang Pencipta menciptakan kalian ke dunia bukan untuk melakukan suatu kesia-siaan. Memikirkan orang yang belum tentu memikirkanmu. Aku kasihan dengan mereka. Sudahlah hentikan penderitaan yang kalian buat sendiri itu. Show your love! I think it’s better J Takut ditolak? Hei sobat, yang sering aku dengar dari orang2 : “g apa2 ditolak. Toh, masih bisa jadi temennya!: ) mungkin dengan mengungkapkan perasaan akan merasa lega dan kalaupun hasilnya g sesuai ma harapan. insyaAllah masih bisa jadi teman. Kalian akan merasa hubungan kalian emang lebih baik dalam suatu persahabatan.
Seorang teman sekelasku ditaksir ma adik kelas gara2 waktu test semesteran mereka duduknya deketan dan si adik kelas itu kagum ma kakak kelasnya yang g nyontek. G nengok kanan-kiri tanya ke temennya untuk mencari tahu jawaban dari soal yang diujikan.
Saat SMA, semakin terlihat kalau ada juga orang yang mencintai orang itu karena kecantikannya. Hmm…bersyukurlah wahai “bunga2” yang cantik…banyak “kumbang2” yang ingin mendekatimu. Tapi, aku tahu kalian juga resah karena hal yang seperti itu. Aku harap kalian berpikiran: “Hatiku untuk ditemukan bukannya dikejar”.
Cinta SMA makin mengerikan!!! (tak bisa ku merangkai kata2 tuk menyampaikannya…berat!!!)
Lewat ajah-----sensor------lebih baik aku ceritakan tentang kisah cinta yang lucu, yang bagus, yang tidak terlalu buruk juga…
Yups!
Tapi, ada juga yang udah putus. Tapi, justru hubungan mereka tambah baik setelah putus. Masih teringat jelas, bagaimana proses jadiaannya mereka.
Waktu itu tepat hari
“jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak akan mengulang tuk meminta”
Semua temen2 yang ada di kelas pada heboh. Nyengar-nyengir lihat temennya yang lagi berjuang di
Dan, akhirnya…
Cintanya diterima. Semua senang. :D
Dan cinta mereka pun berawal dari seringnya guru matematika ku menjodoh2kan mereka kalau pas pelajaran di kelas.
Waktu SMA. Aku jadi bisa mengambil kesimpulan juga kalau pacaran satu kelas itu g enak. Kalau hubungannya masih jalan sih g apa2. lha kalau udah putus. Malah jadi saling g enak. Bisa juga timbul masalah.
Selain itu, waktu di kelas, Guruku juga pernah ada yang bilang: “Buat apa pacar2an. Mikirin anak orang. Mikirin diri sendiri aja g bisa udah mikirin anak orang. Anak orang udah ada yang mikirin. Jadi tanggungjawab bapak dan ibunya”
Nasihat yang bagus. Tapi, kenapa anak beliau sendiri malah pacaran ya??
Begitulah pertanyaan yang keluar dari aku dan teman2 setelah mendengar nasihat beliau.
Ya!!! Anak beliau emang pacaran. Satu sekolah juga tahu. Tapi, bapaknya (Beliau) malahan yang kayaknya g tau karena mungkin anaknya pintar menyembunyikan hubungannya.
Hmm…begitulah hubungan “backstreet” yang aku temui waktu SMA.
Begitulah warna-warni cinta waktu di SMA yang sedikit aku tahu.
Sebenarnya mungkin masih banyak lagi. Tapi, ya aku g bisa merangkai semuanya dalam kata2…
BERAT!!! MENGERIKAN!!! DASAR ANAK MUDA!!!
KENAPA TIDAK : “YANG MUDA YANG BERAGAMA” bukannya “YANG MUDA YANG BERCINTA” Hufft…
Saat kuliah, hssh…ketemu anak2 error, over lebay, dan sedikit bisa aku katakan kalau mereka sangat terobsesi untuk menjadi model. Narsis-nya cuy! Foto2 mulu. Ampun dah!!! (haha) peace !! (hehe)
Yang aku temui saat kuliah adalah cinta yang seperti ini:
Hei…halo…assalamu’alaikum…
Kamu bukannya udah punya pasangan ya?
Lantas kenapa kok sikap kamu kayak gitu?
Kenapa kamu g bisa menjaga perasaan pasanganmu yang ada jauh disana?
(begitulah pertanyaan2 yang keluar dari benakku)
Yups! Aku heran ma insan dewasa yang seperti itu.
Pelajaran yang buruk buatku dan AKU G SUKA ITU!!!
Dan yang aku temui waktu di kuliah dan belum pernah aku menemukan hal yang kayak gini waktu aku sekolah adalah orang yang di depan umum dengan PD nya manggil “sayang” ke temennya sendiri (dan mereka tidak sedang menjalin hubungan alias mereka g pacaran).
Ampuun! Hi you?!
(risih cuy! Karena hal itu aneh dan g seharusnya dilakukan)
Terus ada juga yang PARAH!!!
Gimana g parah?! Masak di depan pacarnya sendiri malah deket2an sama perempuan lain. Ampun!!! Mau jadi playboy?!!! Mau manas2in?!!! tidakkah kau jaga perasaan pasanganmu?? Tidakkah kau melukai hatinya dengan sikapmu yang seperti itu. (hssh,sungguh aku g ngerti!!!)
Lagi2 di perkuliahan ini aku menemui seorang yang lebih memilih untuk jadi pengagum rahasia (hedheh!!!) tapi, yang ini tak pandai menyembunyikan rasanya. Yups! Meski dia g pernah ngomong tapi dari sikap dah kelihatan jelas kalau dia suka ma insan perempuan dewasa itu. (wah,,,kurang handal!!! Haha)
Terus yang membuat aku g habis piker adalah waktu si insan perempuan dewasa itu bertanya kepadanya: “kamu suka ma aku ya?”
GUBRAKZ!!! Sang pengagum rahasia malah ngambek. (anak laki2 kok gitu?!! Haha) :LOL:
Setelah bertanya seperti itu hubungan mereka jadi renggang, karena katanya sang penagum rahasia g suka ditanya kayak gitu. Dia lebih suka dibiarkan untuk tetap terus mengaguminya, dekat dengannya walaupun dia merasakan kesakitan karena kenyataan yang ada insan perempuan dewasa itu sudah ada yang punya.
Ya! Waktu kuliah aku menjumpai seseorang yang mencitai seseorang yang jelas2 sudah punya orang lain. Kata temanku itu g salah cuman kurang tepat. Dosenku juga bilang masalah tentang perasaan emang susah!
(sekali lagi aku tak mengerti tentang cinta yang ada di hidup ini)
Abaikan saja! Tetap yakin ma pilihanmu sendiri karena yang ngejalanin itu kamu J
Ha………………
Begitulah kisah2 cinta yang aku temui yang bisa sedikit ku merangkainya dalam kata2…
Maaf buat teman2 jikalau ada kata2 yang tidak berkenan di hati.
Aku minta maaf, aku tidak ada maksud untuk itu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar