Bismillahirrahmanirrahim…
Sekadar catatan untuk mengingatkan saya dan mungkin kawan-kawan saya…
“kadang kala dalam kehidupan sehari-hari kita suka terlalu ambisius terhadap tujuan kita sampai kita melupakan kebersamaan bareng keluarga kita, sekedar bercengkerama bersama temen-temen kita... Kalo udah begitu, dimana coba letak kebahagiaan yang kita cari? Kapan kita bisa menikmati hidup kita? Apakah kita sekedar mencari pengakuan, lalu setelah kita ngedapetinnya baru kita bisa merasa bahagia... Nggak, cuyy...! Kebahagiaan itu sekarang, saat ini, saat kita berada di tengah-tengah orang-orang yang kita sayangi, saat kita merasa nyaman tanpa beban, tanpa dibutakan oleh ambisi dan ego kita sendiri... Dan bukan nanti!”
*begitulah kurang lebih kutipan yang pernah saya baca :)
Hmm,,,baca tulisan itu saya jadi bertanya pada diri saya sendiri. Apa selama ini saya terlalu egois? Saya merasa terbebani, Saya merasa tertekan itu karena saya sendiri. Pengakuan. Pernah terlintas di kepala saya akan kata ini. Ya, saya ingin kakak saya mengakui saya kalau saya itu bisa. Saya bisa berhasil walaupun dengan diri saya yang pendiam dan nggak pandai bergaul. Saya percaya kok pasti ada bidang yang cocok dengan diri saya yang seperti itu. Dan saya bisa berhasil disana.
Tentang Kebahagiaan. Saya setuju. Kebahagiaan itu saat kita berada di tengah-tengah orang-orang yang kita sayangi, seperti saat dengan keluarga kita. Saya pun pernah bilang pada diri saya sendiri kalau saya tahu kok dimana saya bahagia. Apa kebahagiaan saya. Ya! Jawabannya adalah Keluarga saya sendiri. Entah bagaimanapun keadaannya. Keluarga adalah tempat dimana saya bisa diterima apa adanya. Orang lain belum tentu bisa menerima saya apa adanya. Karena itu juga saya pernah menulis seperti ini : “Kalau sudah bahagia di dalam kenapa harus mencari kebahagiaan di luar?”. Saya suka dengan kata-kata saya ini. Mungkin untuk sekarang, untuk saya yang belum terkontaminasi oleh cinta, kata-kata ini bisa ditujukan untuk keluarga. Saya menghormati dan menyayangi mereka. Dan mungkin saat saya mulai memberi cinta saya kepada seseorang selain keluarga saya yang dimana seseorang itu juga memberikan cinta nya pada saya, kata-kata itu mungkin sebagai wujud kesetiaan saya. Jadi, kalau saya sudah bahagia sama kamu buat apa saya mencari kebahagian lain? =)
Bahagia adalah saat kita nyaman tanpa beban. Yeahhh,,,setujuu…dan rasa nyaman dan aman pun bisa kita dapatkan di keluarga kita. Orang lain belum tentu bisa membuat kita merasa aman dan nyaman hingga merasa tanpa beban dna kita bisa ngerasa enjoy. So, I love my family.
Ambisi. Saya nggak terlalu suka dengan anak yang punya sifat ini. Entah kenapa saya merasa sifat ini justru nantinya akan menjatuhkan orang itu sendiri. Target. Kata pengajar saya tiap orang harus punya target. Hmm…dari dulu saya nggak pernah berpikiran tentang ini. Ya! Mungkin karena saya nggak suka juga dengan persaingan. Tapi, ada benarnya juga kata pengajar saya itu. Target untuk suatu pencapaian. Standarisasi kemampuan diri. Dan kalau dihubungkan dengan seorang ambisius, mereka mungkin cenderung punya target yang sangat tinggi. Dan seorang ambisius pun cenderung akan sombong. Sombong kan nggak boleh. Apalagi buat saya. Anak miskin. Seingat saya pelajaran Agama sewaktu saya SMP sih begitu. Lagian saya memang nggak suka dengan ambisius dan nggak suka saingan juga. Terserahlah!!! :D
Rabu, 27 Juli 2011
19:44
Tidak ada komentar:
Posting Komentar