Rabu, 23 Maret 2011

Tidak buat Transparansi Pertama

Untuk Para Ambisius,

Pagi ini gw cukup kaget ma transparansi nilai yang dilakuin ma pengajar gw. Transparansi nilai emang bagus. Supaya jelas. Tapi gw kok agak nyesel ma transparasi pertama di pagi ini. Penilaian tugas pertama yang dikerjain 2 hari lalu langsung dilakuin di depan mahasiswa-mahasiswanya. Pengajar gw ngelihat hasil pekerjaan tugas pertama yang ada di lembaran kertas. Gitu ajah, cuma bentar terus langsung ngasih nilai. Disebutin berapa nilainya terus diarsipkan di Microsoft Office Excel dimana sebelumnya pengajar gw udah ngetik nama-nama mahasiswa yang ada di kelas gw berdasarkan absen.

Yang gw bingungin. Okehlah kalo kelompoknya temen gw yang hasil pekerjaannya itu bagus karena kompleks dan dikerjain pake visio ( nggak gambar manual kayak yang lain) itu dapat nilai bagus. Tapi, yang buat gw nggak habis pikir kenapa ada kelompoknya temen gw yang lain itu minta nilai yang lebih tinggi lagi dari nilai yang sudah disebutkan oleh pengajar gw. Yups mereka pada protes. Nuntut dapat nilai yang sama bagusnya. Padahal hasil mereka nggak begitu kompleks. Sebenarnya pekerjaan semua kelompok di kelas itu sudah benar. Intinya memang begitu. Tapi, penilaian beda awalnya gw kira karena kompleksitas hasil pekerjaan. Eh malah… karena pada protes itu yang pekerjaannya nggak begitu kompleks malah dapat bagus juga.

Gw nggak perlu kayak kalian. Gw mah nerima ajah. Nggak banyak omong. Segitu ya segitu. Kecuali ada kekeliruan nilai dikarenakan sesuatu hal yang mendasar baru gw protes. (kayak gara-gara salah liad di absennya). Gw Cuma bingung ajah jadinya yang jadi dasar penilaian itu apa?

Gw juga berantem ma seorang temen gw gara-gara masalah nilai ini. Orang yang nggak konsisten. Mungkin gw bisa bilang dia kayak gitu. Dulu bilang A sekarang bilang B. katanya nggak peduli ma nilai tapi nyatanya ikutan protes juga. Dia beralasan karena itu tugas berkelompok bukan individu. Ah menurut gw itu sama ajah. Dia emang butuh juga. Dan ini juga bukan pertama kalinya gw ngelihat dia bersikap kayak gitu. Ini kali kedua dan dia bersikap kayak gitu juga ma teman-teman sekelompok yang sama sewaktu gw tau sikap dia kayak gitu pertama kali. Hassh, Dasar Orang dewasa emang nggak bisa konsisten!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar