Kebohonganmu. Untuk apa semua itu untukku?
Aku masih tak tau. Aku nggak bisa menerima semua itu. Kebohongan-kebohonganmu sampai sekarang ini. Aku nggak suka dengan kebohonganmu itu. Karena aku tidak ingin seperti seorang bodoh yang terus-terusan dipermaenkan.
Kenyataan. Memangnya kenapa dengan kenyataanmu untuk kehidupanku?
Aku lebih suka kejujuran. Lagian apa pengaruhnya dengan kenyataan dari kejujuran yang terungkapkan darimu di kehidupanku? Nggak ada kan? Lantas kenapa nggak jujur? Yang aku tau itu seperti ini : percaya – bercerita – dan akan didengarkan. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kalau kenyataan akan mengganggu privasi kamu, cukup diam dan tak perlu repot-repot membuat scenario keohongan yang hanya akan mencetak dosa-dosa saja.
Selasa, 22 Maret 2011
23:11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar