Buat tukang kibul yang suka ngomong ngalor ngidul kagak jelas.
Kenapa sih aku harus ketemu orang macam kamu? Ngebuat sejarah pertemanan dalam hidupku makin pahit aja!
aku nggak tahu apa yang aku rasa ini itu sakit hati atau apa? Tapi, jujur aku nggak mau menderita penyakit ini. Mungkin aku cuma nggak bisa terima aja. Aku udah nggak ngarep kamu harus minta maaf. Karena aku rasa udah cukup maaf-maafan selama ini karena kenyataannya kamu nggak ada berubahan tuh. Emang udah sifat aslimu kali kayak gitu. Selama ini berteman kayak nggak ada pengaruh positifnya ke aku. Yang ada aku capek melihat kebohongan seseorang (kamu). Aku masih nggak terima dibodohi dan dibohongi habis-habisan. Dan paling nggak terima lagi itu semua kamu lakukan juga untuk mengusik privasiku. Dan sekarang terkadang kalau mendengarmu bicara hanya membuat emosiku sedikit naik.
Lebih banyak kepahitan, kebohongan, dan hal-hal negatif yang seharusnya tidak kamu omongkan ke aku yang aku ingat, daripada kebaikan-kebaikanmu karena sudah pernah membantuku.
Aku seperti ini karena sikapmu sendiri. Jadi jangan tanyakan ke aku. Koreksi dirimu.
Semoga ini tulisanku yang terakhir yang bercerita tentangmu. Semoga hidupku jadi lebih baik. Khususnya dalam pertemanan.
Selasa, 23 Agustus 2011
01:15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar