CHAPTER 1 : “yang gantengan dikit napa?”
Kalau teman-teman saya ada di posisi saya waktu itu pasti mereka udah pada bilang : “sama yang gantengan dikit napa?”
Hagzhagzhagz.
CHAPTER 2 : “di mata mereka dan tidak di mata saya”
Kita dekat di mata mereka dan tidak di mata saya. Saya nggak merasa kenal kamu. Saya tidak tahu kamu itu siapa. Karena yang kamu kenalin sebagai diri kamu ke saya itu, saya tahu kalau itu bukan dirimu yang sebenarnya.
CHAPTER 3 : “sayang di saya nya dong..”
Pertanyaan teman saya yang paling membuat saya nggak habis pikir adalah sewaktu dia menanyai saya seperti ini : “Lha, kamunya gimana? Suka sama dia apa nggak?” (dan blablabla saya lupa tepatnya dia bilang kayak gimana tapi yang jelas teman saya itu berpendapat kalau orang itu bertanggungjawab.
Padahal dalam hati saya pengen ngomong : “gila!!! Masak saya sama orang macam itu. Yah sayang di saya nya dong. Orang saya imut-imut ginih”
Suka? Jauh dah!!!
Bertanggungjawab? Plin-plan iyah!
CHAPTER 4 : “DAMN!”
Wew, baru tahu saya. Anak kecil digombalin. Yah mana paham. Haha.
Dan anak kecil tadi cuma bisa ngomong ke orang itu : “sial*n!!!”
Hagzhagzhagz.
CHAPTER 5 : “titik-titik fm”
Titik-titik fm…titik-titiknya isi sendiri sesuai selera Anda. Haha. Perasaan harusnya nulisnya nggak kayak gituh deh. Tapi, yah mudah-mudahan udah pada paham sendirilah.
Kayak ndengerin radio. Huehehehe.
Minggu, 7 Agustus 2011
2:03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar