Sabtu, 09 April 2011

3 idiots and me

Gw suka sama film 3 idiots.Beberapa hal yang mengusik diri sama pikiran gw sehabis nonton film itu diantaranya:
  1. Tentang ketakutan yang berdampak pada tenggelamnya potensi diri. ( Pada tokoh Raju Rastogi) Karena ketakutannya yang teramat sangat (karena faktor keadaan keluarganya juga) dia kayak nggak bisa nunjukin bahkan ngembangin potensi dalam dirinya. Padahal dirinya itu pandai. (Gw nggak tau gw pandai atau nggak. Gw nggak mau sombong. Yang jelas banyak hal yang masih belum gw ketahui. Tapi, faktor keadaan keluarga juga yang emang mengganggu pikiran waktu belajar.
  2. Study benar-benar buat cari ilmu. Bukan cari ijazah. (Gw juga kayak gitu). Gw study emang buat ibadah cari ilmu. Gw pergi study bukan buat ketemu temen, dapat uang saku atau ketemu “seseorang”. Pernah gw malas banget kuliah gara-gara suatu masalah. Eh, temen gw malah tanya : “Lo punya gebetan nggak?”. Lhah??? Dikiranya kalau ada gebetan jadi semangat kuliah karena bisa ketemu si gebetan itu. Tapi, Maaf teman. Gw study bukan karena alasan semacam itu. Gw study emang buat cari ilmu.
  3. Film ini ngingetin gw sama ayah gw. “Kalau nggak mampu ya sudah jangan dipaksain. Kasihan anaknya” itu kata-kata ayah gw waktu gw masih SMP dulu. Beliau berkata kayak gitu sebagai tanggapan dari keadaan seorang anak perempuan yang sebaya sama gw. Kebanyakan sekarang ini anak-anak orang yang berada itu sekolahnya di sekolah-sekolah favorit. Soal uang emang mereka mampu tapi soal otak terkadang ada yang masih kesulitan dalam mengimbangi pelajaran di sekolah favorit yang tentunya mutu pendidikan di dalamnya itu terjamin. Ayah gw kasihan sama anak yang harus ada di kondisi yang kayak gitu. Menjalani hidup sesuai sama kehendak orang tua cuma demi gengsi doang.
  4. Karena gw study buat bener-bener emang cari ilmu. Gw butuh ilmunya. Sementara keluarga gw butuh gw punya ijazahnya. Karena Gw harus kerja. Nggak selamanya juga gw harus jadi beban mereka. Gw pengen kayak tokoh Rancho (yang diperankan sama Amir Khan), nggak perlu perayaan kelulusan (wisuda). Haha. Malas. (Tapi, waktu gw nanya sama temen Gw..katanya wisuda itu wajib) haih! . nggak perlu pepisahan sama temen. Langsung ngilang gitu aja. Haha. (Gw nggak yakin gw punya temen. Gw kan kayak nggak dianggap. Jadi, gw nggak bakalan ada yang nyari. Kayak di film ini yang pada akhirnya si Rancho dicari sama dua sahabatnya. Hehe.) Lagian wisuda cuma ngelihatin ketimpangan sosial doang. Ngelihatin perbedaan yang amat sangat yang ada di kehidupan masyarakat. Buat apa semua itu? Nggak penting.
  5. Sakit rasanya ngelihat temen nggak lulus. Tapi, lebih sakit ngelihat temen jadi yang terbaik sementara kita ada di posisi terbawah. Hmph. Gw bisa ngerasakannya. Kadang gw juga ngerasa kayak gitu. Gw bukannya iri atau nggak dukung. Tapi, gw ngerasa kayak bodoh ajah. Payah! Kenapa gw nggak bisa padahal orang lain bisa. Tapi, kadang nggak juga sih. (karena keyakinan orang itu sendiri. Karena gw udah tau tujuan sama keinginan orang itu). Jadi, kalau lihat orang itu berhasil gw malah ikutan seneng. :)
  6. “Anda terlalu jujur. Apa Anda yakin akan diterima? Akan mendapatkan pekerjaan ini?” kurang lebih seperti itu yang gw tangkap dari scene waktu tokoh raju rastogi wawancara. Gw jadi mikir: Heihh? Apa orang jujur itu salah? Apa orang jujur itu emang nggak disukai? Banyak musuhnya? Nggak bakalan dapat kerjaan? Mengapa?. Gw heran sama orang-orang yang curang dalam pekerjaan. Kenapa harus kayak gitu? Bukankah hasil sedikit nggak apa-apa yang penting halal. Terus, gw juga keinget sama kalimat yang sering gw denger waktu gw masih SD dulu. Jadi anak pinter biar nggak dibodohi. Tapi, seiring berjalannya kehidupan yang gw ketahui malah orang pinter itu malah membodohi. Lhah? Kenapa?

Kurang lebih itulah beberapa yang mengusik diri sama pikiran gw. Hehe.

Kamis, 07 April 2011

19:50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar