Saya belum pernah menjadi seorang pengajar. Tapi, menurut saya jadi seorang pengajar tidaklah mudah. Mengapa? Karena seorang pengajar harus memiliki percaya diri, mempunyai sifat komunikatif, sabar, adil dll.
Seorang pengajar harus PD, tidak boleh sampai canggung saat mengajar di depan kelas. Guru SMA saya pernah bercerita tentang pengalamannya sewaktu pertama kali mengajar. Beliau sangat canggung sekali. Canggung karena bayangkan saja medan yang dihadapi oleh Beliau. Kasarnya seperti satu lawan banyak. Berada di depan kelas sendirian dan berhadapan dengan banyak muridnya. Saya saja terkadang masih canggung juga saat harus maju ke depan kelas dan diminta guru saya untuk menjawab soal dan menjelaskannya ke teman-teman yang lain. Guru saya pun harus mencari solusi dari kecanggungannya itu. Saya lupa solusinya apa, kalau tidak salah Beliau menggenggam tangannya, meyakinkan pada dirinya sendiri, terus memompakan semangat bahwa harus bisa menghadapi itu semua. Dan lama kelamaan pun rasa canggung itu hilang. Mungkin karena sudah terbiasa juga.
Seorang pengajar seharusnya mempunyai sifat yang komunikatif (pintar bercakap-cakap). Jadi, bisa menyampaikan materi yang diajarkannya dengan baik. Materi dapat tersampaikan dan itu dapat dilihat dari kepahaman pelajar yang diajarnya. Selain itu juga, apabila seorang pengajar itu komunikatif maka KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di kelas pun jadi tidak membosankan.
Seorang pengajar haruslah sabar. Karena supaya materi-materi yang diajarkannya tersampaikan dengan baik alias dapat dipahami tentulah tidak mudah. Butuh kesabaran yang lebih. Selain itu juga dibutuhkan kesabaran extra juga untuk menghadapi pelajar-pelajarnya yang terkadang membuat kesal dan capek hati. Karena ada saja tingkah dari pelajar. Dan terkadang tingkah mereka bertentangan dengan peraturan atau mengganggu bahkan sampai meresakan yang lain.
Seorang pengajar haruslah bisa mengatur emosi. Sebagai contoh: misalkan saja seorang pengajar tersebut di rumah atau di kehidupannya-lah sedang ada masalah. Lantas sewaktu mengajar ada pelajarnya yang tidak bisa. Kemudian pelajar tersebut jadi sasaran kemarahan. Hal tersebut seharusnya jangan sampai terjadi. Seharusnya seorang pengajar tetap bisa professional, harus bisa membedakan tempat (suasana) dan harus bisa mengelola emosi dengan baik.
Ada satu hal yang pernah saya bingungkan tentang metode pembelajaran. Dosen saya pernah bercerita dan bilang “Jangan memarahi bawahan di hadapan yang lain (bawahan yang lain)”. Menurut saya, ini juga berlaku di dunia pendidikan. “Jangan memarahi pelajar di depan pelajar yang lain”. Mengapa demikian? Hal itu karena dapat menyebabkan yang lain menjadi takut. Dan yang dimarahin pun bisa jadi malu dengan teman-temannya sendiri karena sudah dimarahi di hadapan mereka. Lantas dari kejadian itu bagaimana metode pembelajaran yang sebaiknya dilakukan?
Kalau metode pembelajaran pendekatan personal, nanti dikira tidak adil. Kalau metode pendekatan global (menyeluruh) pun terkadang masih dianggap tidak adil. Metode pembelajaran pendekatan personal misalkan saja begini: seorang pengajar memberikan penjelasan lebih dari yang lain karena pelajar tersebut susah untuk memahami. Atau seorang pengajar menasihati secara personal pada pelajarnya. Hal ini terkadang dianggap tidak adil oleh pelajar yang lain. Terlebih lagi metode pendekatan personal yang tidak transparan ini juga dapat menimbulkan prasangka-prasangka buruk seperti KKN oleh pelajar yang lain.
Tidak jauh beda dengan metode pendekatan global (menyeluruh). Memarahi pelajar di hadapan pelajar yang lain dapat menimbulkan akibat takutnya pelajar lain. Tapi, memuji pelajar di hadapan pelajar lain pun terkadang pengajar dianggap tidak adil. Apalagi kalau yang dipuji itu masih ada hubungan keluarga dengan pengajar itu sendiri, para pelajar akan beranggapan bahwa pengajar itu sombong. Walaupun pengajar itu sudah beralasan kalau yang dijadikan contoh itu adalah orang lain, katanya tidak baik membicarakan orang lain. Padahal membicarakan hala-hal baik orang lain kan sepertinya tidak ada salahnya juga.
Jadi bingung kan?
Tapi, begitulah. Jadi seorang pengajar itu tidaklah mudah.
Minggu, 20 Maret 2011
20:20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar