“Apa yang keras?”Tanya Guruku di pelajaran di tengah siang ini.
“HIDUP!” lantang aku menjawab pertanyaan dari Guruku itu. Padahal aku tahu pertanyaannya belumlah selesai.
Guruku pun tercengang dengan apa yang barusan aku ucapkan. Teman2 sekelasku pun begitu. Kecuali seorang saja. Yup, si anak rese, anak sombong, sok yes, alay, g bangetlah pokoknya.
“KEPALA LO TUH YANG KERAS!!!”celetuknya.
Tanpa basa-basi aku langsung berdiri dari tempat dudukku dan berjalan ke arah tempat duduknya.
Dia bingung dan agak ketakutan.
“BERDIRI!!”kataku.
Dia pun berdiri dan kemudian…
“Nih Yang Keras!!!” kataku.
DASSHHHH….
Aku hantam kepalanya dengan kepalaku. Jidad kami saling berbenturan keras. Aku tahu kepalaku juga sakit. Tapi, ah udahlah g penting. Biar si sombong satu ini tahu rasa.
“Heih! Broken Home! Sialan lo!”ucapnya.
Salah satu hal yang paling g aku suka dari ni anak selain sombong adalah selalu menganggap remeh aku. Memandang ku sebelah mata yang memanglah anak korban broken home. Memangnya ada yang salah dengan statusku yang seperti itu. Dia selalu saja menjelekku dengan menghubung2kan dengan statusku itu.
Aku cuma diam dan berbalik arah lagi untuk datang menghampirinya lagi. Tapi, beruntung tidak terjadi perkelahian antara aku dengannya karena teman2 menghentikanku.
Aku disuruh keluar kelas oleh guruku. Dan waktu istirahat aku disuruh menemui beliau di kantor.
Dan hasilnya…
Aku diskors 3 hari.
Introspeksi diri.
Menyesal?
g.
ada perubahan padanya?
g. tetap sombong dan selau menghubung2kan aku dengan statusku yang broken home.
Ah peduli apa…
Aku lakukan apa yang ingin aku aku lakukan.
Benar atau salah.
Ah aku bisa apa?
Aku Salah. Aku dihukum.
Aku Benar. Aku tetap dihukum.
Sementara dia. Dari kejadian2 selama ini. Baik masalah2nya denganku ataupun dengan anak lain, dia Benar dia tidak dihukum. Dia salah dia juga g dihukum. Hssh!!
Dia kebal hukuman karena berkantong tebal.
Guru2 takut dengan ayahnya yang berduit karena ayahnya bisa dengan mudah memindah tugaskan bahkan menghentikan kerja para guru kalau mau.
Hah!!! Apa yang bisa aku lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar