Zlatan Ibrahimovic. Baru-baru ini aku suka sama pemain sepak bola ini. hehe. Awalnya sih gara-gara suka sama namanya. Nama depannya keren. hehe. ZLATAN. Baru dengar nama yang kayak gitu. hehe. Dan selain itu aku tau dan mulai suka sama si ibra ini dari sepak terjangnya di klub AC Milan. Wiihh..keren. Striker Jangkung. hehe. Gol-glnya juga bagus. (menurutku..hehe.)
Zlatan Ibrahimovic lahir pada 3 Oktober 1981 di Malmo, Swedia dan berasal dari keluarga keturunan Bosnia. Ibrahimovic mulai bermain sepak bola saat usianya 8 tahun untuk klub lokal Malmo Anadolu B1. Pada tahun 1995 Ibrahimovic bergabung dengan klub lokal Malmo FF, berhenti sekolah dan pada 1999 bergabung dengan tim senior. Malmo mengalami kemajuan yang luar biasa. Mereka berada di posisi 13 di klasemen, hal yang belum pernah terjadi selama 63 musim. Malmo berhasil masuk ke divisi utama tahun berikutnya. Empat tahun berikutnya dia sudah menembus tim utama dan bermain liga teratas Swedia. Saat itulah talentanya mulai terendus tim-tim besar Eropa. Waktu itu manajer Arsenal, Arsene Wenger berupaya meminangnya, namun tawarannya ditolak Malmo. Pelatih Ajax Amsterdam saat itu, Leo Beenhakker juga terpesona kepadanya sesudah melihat gol istimewanya ke gawang Moss FK. Maka, Beenhakker tak segan mengeluarkan uang 7,8 juta euro untuk memecahkan rekor transfer termahal di Swedia demi menggaet Ibra. Transaksi itu terjadi pada 22 Maret 2001. Selama di Malmo, Ibrahimovic mencetak total 16 gol dalam 40 penampilannya.
Musim pertama Ibrahimovic di Ajax dilalui dengan cukup berat. Oktober 2001, ibrahimovic di skors selama 5 pertandingan karena menyikut bek FC Gronigen, Melchior Schoenmakers. Ibrahimovic mencetak total 6 gol dalam 26 penampilannya selama musim itu dan meraih gelar pertamanya di Eredivise.
Di musim berikutnya, Ibrahimovic tampil di Liga Champions untuk yang pertama kalinya. Pada 17 September 2002, Ibrahimovic mencetak gol Eropa pertamanya ketika mengalahkan Lyon 2-1. Meskipun Ajax disingkirkan di babak perempat final oleh AC Milan, tapi penampilan Ibrahimovic di Liga Champions pertamanya itu bisa dibilang sukses, dengan mencetak 4 gol dalam 13 pertandingan.
Pada Agustus 2003, Ibrahimovic membuat gol yang luar biasa setelah melewati 6 orang pemain NAC Breda. Gol itu terpilih sebagai “Goal of the Year” oleh Eurosport. Ibrahimovic menghasilkan 13 gol dalam 23 pertandingan dan membawa Ajax meraih gelar Eredivise. Ibrahimovic menunjukkan potensinya yang menakjubkan bersama Ajax. Tapi, sayang kariernya di Ajax dinodai oleh sikap temperamentalnya. Ibra pernah menyerang rekan setimnya, Rafael van der Vaart sehingga akhirnya dijual ke Juventus pada Agustus 2004, dengan transfer senilai 19 juta Euro.
Di Juventus, Ibrahimovic langsung menempati posisi sebagai tim inti karena striker utama Juventus, David Trezeguet, sedang cedera. Ibrahimovic mencetak 16 gol dalam 35 penampilannya. Ibrahimovic dipilih oleh para penggemar sebagai “player of the season” pada musim 2004-2005. Dan pada 14 November 2005, Ibrahimovic mendapat penghargaan Guldbollen, sebagai pesepakbola Swedia terbaik di tahun itu. Dia juga meraih gelar Seri A pertamanya.
Tahun keduanya di Juventus, Ibrahimovic bersaing dengan Alessandro Del Piero untuk mempertahankan posisinya di tim inti. Ibrahimovic lebih banyak berada di bangku cadangan.
Tapi pada Mei 2006, skandal Calciopoli terbongkar. Juventus kehilangan gelar Seri A untuk musim 2004-2005 dan 2005-2006, dan terdegradasi ke Seri B. Ibrahimovic memutuskan untuk pindah dan pada 10 Agustus 2006, dia menandatangani kontrak 6 tahun dengan Internazionale sebesar 24,8 juta Euro.
Musim pertamanya di Inter, Ibrahimovic mencetak 15 gol dalam 27 pertandingan, membawa Inter meraih Scudetto pertama sejak 1989. Di musim itu pula, Ibrahimovic memenangkan Supercup Italia dan mencetak 2 gol pada babak grup Liga Champions saat melawan PSV Eindhoven, yang merupakan gol eropa pertamanya sejak tahun 2005.
Musim 2007-2008, Ibrahimovic mengantongi 14 gol dalam 27 pertandingan di Seri A, dan mencetak 5 gol di 6 pertandingan Liga Champions.
2008-2009: Ibrahimovic mengawali musim ini dengan brilian. Dia sudah mencetak gol di pertandingan Inter pertama di musim ini. Gol Ibrahimovic saat melawan Bologna terpilih sebagai “Goal of the Year”. Di pertandingan terakhirnya di musim itu, Ibrahim menorehkan 2 gol melawan Atalanta, dan meraih gelar Capocannoniere.
Pada Juli 2009, Zlatan Ibtahimovic resmi pindah ke Barcelona.
Dan untuk karir karir internasionalnya bersama tim Nasional Swedia, dimulainya pada 31 Januari 2001, pada sebuah pertandingan persahabatan melawan Kepulauan Feroe. Sedangkan penampilan pertamanya pada kompetisi internasional terjadi pada saat Piala Dunia 2002, namun sayang Swedia disingkirkan oleh Senegal pada kompetisi tersebut.
Sabtu, 5 Februari 2011
12:45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar